Langsung ke konten utama

Pemain yang Merasakan Kekalahan di Dua Final di Tahun yang Sama

Pemain yang Merasakan Kekalahan di Dua Final di Tahun yang Sama

Bagaimana rasanya menelan dua kekalahan dalam sebuah partai final di tahun yang sama? Seperti yang dialami beberapa pemain ini, mereka harus rela mencicipi dua kekalahan di dua final turnamen yang berbeda dalam satu musim, yakni di level antar klub dan level internasional bersama negaranya.

Sepakbola memang bisa menjadi sangat kejam untuk para pelaku yang berkarier di lapangan. Berikut beberapa pemain yang merasakan pengalaman pahit tersebut.

1. Michael Ballack (Jerman)
#2002
- Final UEFA Champions League: Real Madrid 2-1 Bayer Leverkusen
- Final Piala Dunia: Jerman 0-2 Brasil
#2008
- Final UEFA Champions League: Manchester United 1-1 Chelsea (adu penalti 6-5)
- Final Euro: Jerman 0-1 Spanyol



2. Thierry Henry (Perancis)
#2006
- Final UEFA Champions League: Barcelona 2-1 Arsenal
- Final Piala Dunia: Italia 1-1 Perancis (adu penalti 5-3)



3. Arjen Robben (Belanda)
#2010
- Final UEFA Champions League: Bayern Munich 0-2 Inter Milan
- Final Piala Dunia: Belanda 0-1 Spanyol



4. Mark van Bommel (Belanda)
#2010
- Final UEFA Champions League: Bayern Munich 0-2 Inter Milan
- Final Piala Dunia: Belanda 0-1 Spanyol



5. Antoine Griezmann (Perancis)
#2016
- Final UEFA Champions League: Real Madrid 1-1 Atletico Madrid (adu penalti 5-3)
- Final Euro: Portugal 1-0 Perancis



6. Dejan Lovren (Kroasia)
#2018
- Final UEFA Champions League: Real Madrid 3-1 Liverpool
- Final Piala Dunia: Perancis 4-2 Kroasia


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Koleksi foto-foto teteh Nike Ardilla Part 2

Halo semuanya, selamat sore. Maaf, belakangan ini, saya lagi sibuk urusin kerjaan di kantor. Oke, saya akan share foto-foto teh Nike yang aku punya ya. Silahkan di-download sendiri fotonya dari blogger saya. Terima kasih.

Sejarah Hari Ini (19 Maret)

Sejarah Hari Ini (19 Maret) 19 Maret 1995: Artis dan penyanyi ternama asal Bandung, Nike Ardilla meninggal dunia karena kecelakaan mobil. Beliau meninggal di usia 19 tahun.

Percabangan dan Perulangan pada Python

Percabangan Percabangan adalah suatu keadaan dimana pernyataan dapat di eksekusi apabila suatu kondisi memenuhi syarat untuk mengerjakan pernyataan tersebut. Pada Python untuk melakukan suatu pengecekan kondisi, terdapat tiga macam statemen. Antara lain : Perintah If Statemen if digunakan untuk melakukan penyeleksian dimana jika kondisi bernilai benar maka progam akan mengeksekusi statemen dibawahnya. Bentuk Umum : if (kondisi) : Statement Perintah If-Else Statemen if – else digunakan untuk melakukan penyeleksian kondisi dimana jika kondisi bernilai benar maka program akan mengeksekusi statemen 1. Namun, jika nilai kondisi bernilai salah maka statemen 2 yang akan dieksekusi. Bentuk Umum : if ( kondisi ) : statement 1 else : statement 2 Perintah If-Elif-Else Statemen if - elif– else digunakan untuk melakukan penyeleksian kondisi dimana kondisi yang diberikan lebih dari 1 kondisi atau memiliki beberapa kondisi. Jika kondisi pertama bernilai benar maka lakukan sele...